islam itu santai?

singkat cerita saya shalat di mesjid telkom di kawasan telkom development center di daerah geger kalong. sehabis shalat zuhur, ada ceramah, saya pikir, alhamdulillaah, dengerin ceramah dulu lah, sebagai penyegaran rohani dan menambah wawasan, terlebih di bulan ramadhan.

there he goes, ustad yang masih muda kelihatannya, mungkin umurnya blm mencapai 30 tahun. ia membuka ceramahnya dengan ‘manusia jaman sekarang sudah tidak mencintai rasul’ saya langsung kaget dan menggernyitkan dahi, ‘karena kita mulai meninggalkan sunah dan tidak mengganggap sunah itu penting’ lanjutnya. saya, yang tadinya mulai ngantuk langsung melek dan berfikir keras. ‘tapi saya tidak menyalahkan kenapa banyak orang yang tidak menyukai sunah karena cara penyampaian yang salah, diktator dan memaksa’.

mata saya makin melek dan berfikir, kalau dipikir pikir memang benar apa yang disampaikan ustad ini, terkadang penyampaikan sunah tersebut terkesan sangat keras. bukan hanya sunah, penyampaikan berupa saran atau pendapat pun menjadi keras sekali kesannya. saya jadi ingat atasan saya pernah bercerita kalau dia memakai baju warna merah dan masuk ke mesjid, selesai shalat, dia langsung didatangi oleh salah satu jamaah yang memperingati ‘pak, harusnya ke mesjid jangan pakai baju warna merah, ga boleh ke mesjid pakai baju warna merah, berkurang pahalanya’ waktu pertama kali di ceritakan ini, saya langsung shock, karena yang saya tahu, memang rasul tidak menyukai warna merah, namun apakah ada larangan memakai baju merah saat ke mesjid dan sampai sampai mengurangi pahala shalat? if that’s the case, kami sebagai karyawan Telk** berkurang dong pahalanya, karena seragam kerja kami kebetulan warna merah menyala.

kisah lain, saya masih ingat karena ini saya alami sendiri. sebelum shalat ashar, saya shalat qabliyah ashar, kemudian shalat ashar. teman saya langsung menghardik ‘shalat apa barusan?’ saya jawab shalat qabliyah, kemudian dia melanjutkan ‘tidak pernah ada shalat qabliyah sebelum ashar, ini tidak pernah dilakukan oleh rasul’ dan kemudaian dia meminta saya memberi tahu imam apa yang saya ikuti, kutiapan hadist terkait shalat qabliyah dan lain lain, kemudian di akhir dia katakan ‘terserahlah, yang penting udh kuingatkan’ i mean. okay, saya tidak akan menjelaskan atau membahas lebih jauh mengenai shalat qabliyah ini, tapi point saya adalah, ‘apakah cara kita sebagai muslim, menyampaikan pesan atau pendapat harus selalu dengan cara begini?’ mengklaim bahwa kita benar dan orang lain salah. padahal kita belum tentu benar dan menguasai hal tersebut.

in case of sunnah, saya punya pengalaman menarik, ini saya alami semasa saya sma. setelah shalat jum’at karena buru buru, saya keluar tergesa dari mesjid setelah selesai shalat, karena banyak yang sedang shalat sunnah, saya berusaha menghindari untuk tidak lewat di depan orang yang sedang shalat. di dekat pintu banyak yang sedang shalat sunnah, kemudian saya lewat di depannya (ini karena kurangnya pengetahuan agama saya pada waktu itu jadi saya tidak mengetahui) saya pikir tidak kenapa kalau saya lewat. kemudian saya dimarahi dan dipanggil langsung oleh orang orang di sekitar mesjid ‘dasar orang tau agama, ga pernah diajarin di rumah ya? kan ga boleh lewat depan orang shalat’, kemudian beberapa orang menghardik saya, trust me, it’s not nice to be put in that position. bukankah lebih baik jika saya diingatkan dengan cara yang biasa biasa saja, disampaikan ke saya dengan cara berbicara dan diskusi baik baik. haruskah kita muslim begini cara ingat mengingatkannya?

‘padahal cara rasul menyampaikan sunnah sunnah nya sangat indah dan jauh dari hal hal yang kita lakukan saat ini, rasul menyampaikannya dengan senyuman’ lanjut ustad meneruskan ceramah nya, ‘misalnya, pada saat ada yang buang air kecil di mesjid, apa yang dilakukan rasul pertama kali? tersenyum. ya tersenyum dan akhirnya memberitahunya dengan cara yang baik’ bukankah begini seharusnya kita sebagai muslim? terkadang orang yang sudah belajar banyak atau tahu banyak tentang islam, menjadi orang yang mengerikan di keluarga nya. pada saat dia sudah tahu banyak sunnah, mana yang boleh dan sebaiknya jangan, kemudian cara dia menyampaikan ke orang tua nya, kerabat kerabatnya adalah dengan cara yang salah. ini malah membuat kita bukan semakin mencintai sunnah, tapi malah makin jauh dari sunnah.

ustad mengakhiri ceramahnya dengan mengatakan ‘islam itu bukan hanya fatwa fatwa, tapi islam itu juga santai, namun tetap dalam kapasitas nya berdasarkan Al-Qur’an & sunnah’

semoga bermanfaat dan menjadi reminder buat kita semua, terutama diri saya sendiri

Advertisements

life is good!

here i am.. complaining about my health for the past two days without knowing that Allah gave me enough health already and seems i am less of thanking Him. i don’t eat when i am hungry, i don’t drink when i am thirsty and put my works up above. busy thinking about work, study plan, life plan and only a bit of time i am thinking about my body and how much it can handle. no wonder my father once said and warned me “many people spend health to gain wealth and then spend their wealth to regain health” now i know what it meant, really.

this morning.. i went outside to buy a food with laziness (just because my uncle-doctor told me to eat in order to recover, he gave some medicines which required to eat first).. all of a sudden, i met a bule in my apartment lobby (the word ‘bule’ is what we called a foreign people in Indonesia slank, mostly refer to blonde+white people). she said “heiii you, donuts?” then i was silently thinking for few seconds, having thoughts whether i want to take it or not. what if she’s a psycho? what if it’s a pork? my negative thoughts spoke all over..  then she suddenly said “wow, you know what? i like your shirt, i think it’s very cool” *i am wearing my batik t-shirt* then i said “it’s from Jogjakarta” then she happily replied “yes absolutely, that’s why i like it” she smiled as wide as she can be and was laughing a bit. she offered me once again “c’mon seriously, have some donuts” i gave up finally, i took it while saying “what’s the occasion?” she said “because life is good” she smiled and left me while standing and thinking.

yea!, why would not i think of it? life is good. that’s the key, why am i stress of having this illness? maybe because i thought that my life is less good just because i am sick. am going to hospital tomorrow and force my mind to keep constantly reminded that life is good! it is! the help of Allah will come. Allah will never put illness, sadness, simply a burden of life over a capacity of human being.

banyak banyak bersyukur!

Belajar lagi dari Google

following up previous post i wrote “be a google” lagi lagi saya belajar banyak dari Google. Jadi, kenapa sebenarnya Google tidak membuat sebuah teknologi PC (Personnal Computer) atau membuat sebuah Operating System untuk sebuah PC atau Laptop? Saya bertanya tanya mengenai hal ini dan kemudian sampailah pada beberapa kesimpulan:

Pertama, adalah bahwa trend di masa depan personnal computer. Maksudnya, di masa depan, sebuah komputer haruslah menjadi semakin canggih, semakin complicated, dan mempunyai resource atau kemampuan perangkat yang semakin hebat. Apa sebab, sebabnya adalah sebuah aplikasi akan semakin canggih dan untuk menjalankannya butuh resource dan kemampuan dahsyat. Pada golongan inilah berada IBM dan kawan-kawannya.

Kedua, adalah ORACLE. Yang berpendapat bahwa bukan sebuah PC yang harus menjadi semakin kompleks, melainkan sebuah server. Server, haruslah sangat digdaya, sedangkan sebuah PC atau LAPTOP hanya menjadi corong input dan display dari data yang diolah server. Tetapi, sebuah PC itu bisa tersambung ke server.

Tak ingin berpanjang lebar menceritakan tentang teknologi yang saya sendiri tak paham benar, tetapi ide itulah yang ternyata kemudian dipakai oleh Google. Google tak membuat PC, juga tak terlalu getol membuat operating system, karena Google percaya, bahwa trend masa mendatang adalah CLOUD COMPUTING, dimana orang-orang akan semakin tergantung kepada server. Sederhananya, seseorang hanya butuh komputer atau perangkat dengan kemampuan kelas medium, asalkan bisa input data, dan bisa display, dan ini yang paling penting “Terhubung dengan internet”.

Maka kita cobalah lihat semua produk Google. Ada Google maps. Google satelite. Google sky. Street view. Dan segala macam produk Google lainnya kesemuanya bisa dijalankan pada komputer kelas menengah, atau rendah, asalkan punya network yang kencang. Dan Google membuat browser hebat untuk menjadi corong display dan inputnya, yaitu Chrome.

Coba kita bayangkan, seandainya, semua kemampuan google maps, semua bank data Google maps, semua kecanggihan grafik Google maps itu harus disimpan pada sebuah PC, kita butuh PC seberapa dahsyat? PC kelas rendah sampai menengah tak akan sanggup menjalankan aplikasi itu. Tetapi, karena segala perhitungan dan algoritma google maps dijalankan oleh server, dan PC hanya menjadi display saja lewat browser, maka aplikasi yang sejatinya begitu kompleks itu terasa sangat ringan. Bahkan handphone bisa membukanya. Sekali lagi, hanya jika kita punya koneksi internet yang cepat dan stabil.

Rasa rasanaya, kok saya kepikiran bagaimana mengaplikasikan strategi Google dalam kehidupan sehari-hari. Tapi bagaimana caranya? Begini, Kita ini, setiap hari berhadapan dengan berbagai macam masalah dan perhitungan yang sangat kompleks. Masalah pekerjaan. Masalah rumah tangga. Masalah ekonomi. Dan segala macam masalah.
Dan pendekatan kita dalam mengatasi masalah itu selama ini adalah seperti golongan IBM yang merasa harus mengatasi segala masalahnya sendiri. Akibatnya, kita harus memiliki PC yang demikian kompleks. Kita membebani diri kita sendiri. Sedangkan, hampir kita bisa katakan bahwa mungkin lebih dari sembilan puluh sembilan persen kejadian di dalam hidup ini tak bisa kita kontrol sama sekali, dan setiap kejadian dengan kejadian lainnya saling mempengaruhi dalam hidup ini.

Jika kita ingin menghadapi semua masalah dengan perhitungan kita sendiri, maka kita bisa gila dan depresi. Apa masalahnya? Perhitungannya luar biasa kompleks. Maka sebaiknya, kita tiru cara google. Sebenarnya kita hanya perlu kemampuan input data, dan kemampuan untuk display saja. Selebihnya, biarkan kalkulasinya dijalankan oleh server. Yang Maha Kuasa. Maka hidup kita akan menjadi lebih ringan.

Just do your part. Input datanya. Dan selebihnya biarkan Sang Maha Server – meski kita tahu tak ada umpama bisa menjelaskannya – yang mengaturnya. Satu hal saja yang harus kita benar-benar jaga, yaitu “network”, koneksi yang sangat kencang dan stabil pada Sang Maha Server. Dzikrullah.

HIDROGEN

Cerita kelima “Hidrogen”

Hydrogenium, mungkin memang kamu tidak berwarna, tidak berbau, bervalensi tunggal dan malah mudah sekali terbakar karena gas diatomik yang kamu punya. Namun, dengan senyawa hisrokarbon dan proses elektrolisis yang hanya kamu yang bisa melaluinya, kamu adalah kunci paling penting dalam melengkapi ihwal yang sepertinya semakin rumit. Pelangi mungkin nantinya yang akan memberi molekul unsur utama, atau bisa jadi bintang.

Bandung sedang musim hujan belakangan ini, biasanya setiap sore sampai larut malam. Sekarang sudah hampir jam 22.30 WIB, Ardi biasa duduk menyendiri di lorong-lorong kelas ITB, mempelajari materi dan beberapa modul untuk persiapan tesis S2-nya. Ardi saat ini sedang menyelesaikan program master (MSc in IT security) di kampus ITB. Karena waktu menuju sidang akhir yang sudah semakin dekat, Ardi harus kerja super keras karena masih banyak yang belum selesai dan beberapa kesimpulan penting masih belum tergambar jelas pada tesis yang sedang dibuatnya, Ardi sendiri masih bingung dalam menentukan apakah routing LSP (Label Switched Path) dengan routing signalling LDP (Label Distribution Protocol) akan berdampak sama pada teori VRRP (Virtual Router Redundancy Protocol), dengan membuat virtual routing dari dan menuju IP dest dalam sebuah jaringan besar. Sekarang jam 24.00 WIB, sudah satu setengah jam berlalu namun jari Ardi masih lincah seperti menari-nari diatas keyboard laptop, kacamata kuno-nya sampai melorot dan hampir jatuh tanpa Ardi sadari, hingga akhirnya dia berhenti sejenak, memperhatikan dengan sangat teliti dan berulang-ulang melihat konfigurasi jaringan yang telah dia kerjakan, berusaha mencari tahu letak kesalahan konfigurasi tersebut.


[edit interfaces]
ge-0/0/0 {
unit 0 {
family inet {
address 192.168.1.20/24 {
vrrp-group 27 {
virtual-address 192.168.1.15;
priority 254;authentication-type simple;
authentication-key booJUM;
}
}

[edit interfaces]
ge-0/0/0 {
unit 0 {
family inet {
address 192.168.1.20/24 {
vrrp-group 2 {
virtual-address 192.168.1.20;
priority 255;
advertise-interval 3;
preempt;}
vrrp-group 10 {
virtual-address 192.168.1.55;
priority 201;
advertise-interval 3;}


Pada jam-jam malam begini, biasanya ITB masih rame, tidak sepi seperti sekarang, hanya ada beberapa mahasiswa saja yang lalu lalang mungkin beranjak pulang, dan ada beberapa lagi yang sepertinya sedang tugas praktikum di ruang lab. Ardi sudah biasa stay di kampus hingga jam 1 pagi di lorong-lorong kelas seperti ini. Udara makin lama rasanya makin dingin, terkadang terdengar suara gemuruh angin, mungkin sebentar lagi akan hujan. Ardi duduk menghadap lorong panjang, sebelah kanan-nya taman ITB dan sebelah kirinya adalah ruangan kelas yang sudah sepi dengan lampu yang sudah tidak menyala. Karena tidak dikunci, pintu-pintu ruang kelas bergerak-gerak pelan, mungkin terkena hembusan angin. Ardi seolah tidak mendengar apa-apa, terlalu larut ke dalam skripsi yang sedang dia kerjakan. Tak lama hujan sudah mulai turun diikuti dengan angin kencang dan gemuruh petir, pintu kelas bukan lagi bergerak-gerak tapi seperti ada yang membanting pintu, tiba-tiba pintu dibanting keras sekali, dan tertutup. Ardi akhirnya melihat ke sekitar dan baru sadar suasana disini mencekam sekali. Dilihatnya sekelilling dan sepertinya sudah tidak ada tanda-tanda manusia. Padahal jam segini biasanya kampus masih belum sepi, seharusnya masih ada mahasiswa praktikum di ruangan lab tepat di belakangnya, namun lab terlihat sepi sekali dan gelap, rasanya baru semenit yang lalu ruangan itu masih dipenuhi mahasiswa. Walaupun hujan deras, suasana seolah tiba-tiba berubah sangat hening, ada kesunyian aneh yang dirasakan Ardi, kesunyian ini membuatnya merinding.

Lampu-lampu di sepanjang lorong mulai berkelip dan kemudian mati. Ardi panik, mati lampu? pikirnya. Ardi sudah merinding bukan main, dia berusaha bergerak dan ingin berlari pulang namun seperti tidak bisa, badannya kaku dan kakinya serasa keram. Ardi hanya diam, keheranan dan bingung dengan apa yang sedang dialaminya. Di tengah suasana seperti ini, dia masih mencari alasan logis-nya, Ardi adalah orang yang paling menjunjung tinggi logika. Dia tidak percaya dengan hal-hal gaib, setiap hal di dunia ini harus ada alasan ilmiah yang make sense, pikirnya. Ada yang berpendapat jika susah bangun tidur biasanya ditindih jin, ini pendapat yang menurutnya bodoh. Baginya, kondisi susah bangun dikarenakan manusia masih dalam fase rapid eye movement, berada dalam posisi setengah sadar sebelum akhirnya benar-benar terbangun. Simpulannya, hal gaib tidak pernah masuk akal baginya dan dia selalu menganggap-nya tidak mungkin ada. Satu jam sudah berlalu dan tubuhnya masih tidak bisa bergerak, hanya jempol kakinya saja yang  bisa bergerak sedikit. Apakah ini rasanya lumpuh? pikirnya lagi. Jantung Ardi tiba-tiba berdetak sangat kencang, Ardi yang selalu berfikir logis berpendapat kalau lumpuh di sebagian tubuh-nya lah yang menyebabkan penggumpalan darah di beberapa bagian tubuh sehingga membuat jantung harus kerja lebih keras untuk memompa darah, atau apakah dia juga terkena serangan jantung tiba-tiba? cronic heart attack. Berbagai teori muncul di otaknya ditengah kepanikan, masih bagus otaknya masih bisa berfikir dan belum lumpuh, pikirnya lagi. Matanya menyipit untuk lebih jelas melihat apa yang sebenarnya muncul tepat di hadapannya. Dari ujung lorong dilihatnya seperti ada bayangan putih, kelihatannya seperti sosok seorang perempuan, namun tidak punya rambut. semakin dekat, wujudnya sudah semakin jelas. Sosok ini terlihat tersenyum dari jauh, wajahnya memandang keatas namun dia berjalan kedepan. Sosok itu kemudian menurunkan wajahnya dan memandang Ardi, Wajah yang tadinya tersenyum berubah drastis menjadi marah dan kesal. Ardi belum bisa menentukan apakah perempuan ini melayang atau berjalan, gaun panjang-nya menyentuh lantai namun tidak ada suara langkah kaki, mungkin memang dia sedang melayang. Ardi sudah pucat dan rasanya ini seperti mimpi, dalam hati dia ber-do’a agar cepat bangun atau dibangunkan.

Sosok tersebut berhenti tepat di hadapan Ardi sekarang, menyeringai dan tertawa menyeramkan. Wajah-nya dari dekat sangat putih dan tak beralis, matanya juga hanya kelihatan putih-nya saja. Ardi melihat sosok ini lebih seperti alien daripada hantu (mungkin alien dengan kostum hantu).

“PERGIIII !!! NGAPAIN LO DISINI?, SETAN !! PERGIIII” Teriak Ardi sekeras-kerasnya.
“Dasar bodoh” sosok tersebut bicara, namun mulutnya tidak bergerak, seperti sedang telepati. Namun Ardi bisa mendengar suara itu dengan sangat jelas.
“TOLONGGG !!! Ardi terus berteriak.
“Dari semua aggota dalam himpunan, kau memang salah satu yang paling bodoh” sosok tersebut lanjut bicara.
“Galaksi triangulum sudah hampir terbentuk. Kau baru punya dua isotop alami, masih kurang satu”
“HAA??” Ardi bingung dengan apa yang baru saja di-dengarnya.
“Hidrogen, cepat temukan senyawa kovalen dan organik, Isotop akan stabil setelah kau menemukan yang lain. Pergilah ke Anatolia”
Anatolia? apa itu Anatolia? Ardi bertanya-tanya dalam hati setelah mendengarkan omong kosong ini, seolah tidak peduli apakah Ardi mengerti atau tidak, sosok tersebut tetap meneruskan penjelasannya.
“Terbang-lah bersama badai, lihat-lah petunjuk pelangi, beriringan-lah bersama api. Sampaikan-lah salamku pada angin setelahnya”

Susana masih hening dan Ardi sudah lumpuh total, dia sudah tidak bisa berteriak lagi. Sudah satu jam rasanya sosok ini berdiri tepat di depannya, diam dan masih dengan tampang kesal meyeramkan. Akhirnya dia berkata “selamat tinggal bodoh” dan Ardi tidak mempercayai matanya sendiri, sosok ini menghilang begitu saja.

Tak lama Ardi merasa seperti ada pukulan keras dari pundaknya, membuat Ardi tersungkur jatuh, rasanya sakit seperti tertindih sesuatu yang sangat berat, perih dan pusing dalam waktu bersamaan.

“Woiii Ardi, ngapain lo masih disini brooo? lebay amat sampe jatoh gitu, kayaknya gue cuman nyentuh bahu lo doang”
“Deni, kok lo tiba-tiba disini?” tanya Ardi heran
“Gue sama anak-anak dari tadi di lab belakang kok, kita perhatiin lo dari tadi bengong, makanya kita samperin” jelas Deni
Mendengar penjelasan Deni, Ardi langsung merinding, dia yakin sekali tidak ada siapa-siapa sebelumnya. Ardi langsung memutuskan untuk pulang dan melanjutkan skripsi-nya di kosan.

Sesampainya di kosan, Ardi langsung membuka laptop dan membaca situs-situs berita, kebiasaan ini sudah seperti hobi baginya. Karena menurut Ardi, mengetahui permasalahan di sekitar kita adalah sangat penting. Sekilas berita yang dibacanya hanya tentang rupiah yang masih anjlok, beberapa tentang perseteruan Indonesia-Australia, dan Pak Jokowi yang sedang didemo untuk turun dari kursi presiden. Namun ada satu berita yang membuatnya tertarik, Ardi membuka link tersebut dan mulai membaca-nya.


News / Internasional
Misteri Kematian Elisa Lam di Hotel Cecil – Terpecahkan?

KOMPAS.com – Di sebuah hotel yang memiliki sejarah kelam di pusat kota Los Angeles, mayat seorang perempuan ditemukan di dalam tangki air di atap hotel dan akses menuju atap hanya bisa dilakukan lewat tangga darurat dan sebuah pintu yang terkunci rapat. Peristiwa tersebut dimulai ketika para penghuni hotel Cecil di pusat kota Los Angeles mengajukan komplain kepada pengurus hotel mengenai aliran air yang terlalu kecil. Seorang petugas pemeliharaan segera mengambil kunci pintu menuju atap hotel dimana tangki penampungan air berada. Apa yang ditemukannya segera menimbulkan gelombang kejut ke seluruh penghuni hotel. Di dalam salah satu dari empat tangki tersebut, ditemukan sesosok mayat yang diidentifikasi adalah Elisa Lam, salah satu penghuni hotel yang telah dinyatakan hilang selama lebih kurang 19 hari.

Elisa Lam adalah seorang mahasiswi di University of British Columbia, Kanada. Usianya 21 tahun dan pergi ke Los Angeles seorang diri dan check in ke hotel Cecil. Ia terlihat terakhir kali oleh staf hotel pada tanggal 31 Januari. Pada tanggal 13 Februari, kepolisian Los Angeles merilis sebuah rekaman CCTV lift hotel untuk meminta bantuan masyarakat yang mungkin melihat Elisa. Pada tanggal 19 Februari, mayat Elisa Lam  ditemukan di dalam tangki air. Ada dua hal yang menjadi misteri utama dalam kasus ini. Yang pertama adalah apa yang sedang dilakukan Elisa di dalam lift yang terekam oleh CCTV dan yang kedua adalah bagaimana Elisa bisa naik ke atap dan masuk ke dalam tangki.

Dalam rekaman CCTV yang dirilis pihak kepolisian, terlihat kalau Elisa Lam bertingkah cukup aneh. Ia masuk ke lift di lantai 14, kemudian menekan beberapa tombol sekaligus sambil mendekatkan kepalanya. Lalu ia menunggu pintu lift tertutup. Pintu Lift tidak kunjung tertutup. Jadi Elisa memeriksa keluar dengan cara yang tidak biasa. Setelah memastikan tidak ada yang aneh, ia kembali masuk ke lift, berdiri sebentar, lalu merapat ke sudut lift seakan-akan sedang bersembunyi dari seseorang. Lalu ia keluar lift lagi, melihat ke kiri kanan dan masuk kembali ke dalam lift sambil menekan-nekan ulang tombol lift. Setelah itu ia kembali keluar. Di sebelah kiri lift, ia menggerak-gerakkan tangan seperti sedang menari atau berenang. Lalu ia pergi dan pintu lift tertutup.

Menurut pihak kepolisian, mereka memiliki lebih dari 100 jam rekaman CCTV di dalam hotel Cecil, namun memutuskan hanya merilis rekaman di dalam lift tersebut untuk mempermudah warga yang mengenalinya karena Elisa Lam yang terlihat di rekaman tersebut agak berbeda dengan foto-foto di facebook-nya. Pihak kepolisian menyelesaikan otopsi dan mengumumkan kalau penyebab kematian Elisa belum bisa dipastikan dan pengumuman selanjutnya akan menunggu hasil pemeriksaan toksikologi terlebih dahulu. Berikut adalah cuplikan video yang dirilis oleh pihak hotel (https://youtu.be/6keyBqcBFT0)


Ardi melihat video tersebut dan mulai berfkir apakah ia juga mengalami hal yang sama dengan wanita ini, Elisa Lam seolah sedang bersembuyi dari seseorang dan mulai seperti bicara sendiri. Menurut Deni, dia melihat Ardi seperti orang bengong, padahal Ardi sendiri yakin bahwa tidak ada siapa-siapa, dia melihat ke sekelilingnya dan memang kampus sudah benar-benar kosong, sampai sosok wanita hantu tersebut muncul. Ardi mulai berfikir apa yang sebenarnya disampaikan sosok tersebut jauh lebih aneh. Anatolia? Hidrogen? Ardi merasa ada maksud dibalik pesannya, namun ia tidak bisa menentukan arti dari apa yang disampaikan sosok itu. Terlalu lelah untuk berfikir panjang, Ardi memutuskan untuk membuat segelas kopi hangat dan melanjutkan skripsi-nya karena dosen pembimbing nya sudah meminta draft terbaru dari konfigurasi jaringan yang dia buat. Ardi mulai masuk ke sistem jaringannya dengan mengetikkan password untuk membuka enkripsi konfigurasi-nya.


Local admin password:
Please enter remote scp server IP address:
10.209.106.42
Please enter remote scp user: root
Please enter remote scp file location: /usr/test

Remote scp IP: 10.209.106.42
Remote scp user: root
Remote scp path: /usr/test
Is this correct? [y/n]

root@10.209.106.42’s password:
20100519-1719-logs.tar
100% 6450KB 6.3MB/s 00:01
The secure gateway denied the connection request from this client (nc.windows.app.23791)


Ardi mulai panik, konfigurasi yang ia buat sebelumnya hilang, lalu laptopnya tiba-tiba shut down dan menyala kembali. Saat booting ke windows, muncul blue screen di laptop-nya dengan pesan error berikut.

[pwd = /home/user/GNS3/Images/Junos/level1]
Unpacking ‘../jinstall-9.6R1.13-domestic-signed.tgz’ … [Done]
Check if file ‘pkgtools.tgz’ exist for replace… [Not found]
[pwd = /home/user/GNS3/Images/Junos/level1/level2]
Unpacking ‘../jinstall-9.6R1.13-domestic.tgz’ … [Done]
Check if file ‘pkgtools.tgz’ exist for replace… 63e0a5612156c54d0ba2ba31518bdba6  /tmp/JunOS_Pkgtools/pkgtools.tgz
[Replaced]
[pwd = /home/user/GNS3/Images/Junos/level1/level2/level3]
Unpacking ‘../jbundle-9.6R1.13-domestic.tgz’ … [Done]
Check if file ‘pkgtools.tgz’ exist for replace… [Replaced]

Hidrogen, kau tidak seperti bahan bakar karbon.
Kau hanya energi dan air bersih yang dihasilkan ketika kau bereaksi dengan oksigen dalam sel bahan bakar.
Rasa rasanya sudah lama sekali sejak hari itu ya?
Pelangi, Api dan Badai mungkin sekarang sudah mulai mencari.
Hidrogen, kau adalah unsur yang paling sederhana namun sangat melimpah.
kau menutupi 70% permukaan bumi dan semua bahan organik.
Karena sifatmu itu, kau unsur penting dalam pencarian ihwal kalian.

[pwd = /home/user/GNS3/Images/Junos/level1/level2/level3/level4]
Unpacking ‘../jpfe-9.6R1.13.tgz’ … [Done]
Check if file ‘pkgtools.tgz’ exist for replace… [Replaced]
Repacking ‘../jpfe-9.6R1.13.tgz’ … [Done]

Jangan percaya apa yang kau lihat, dengar dan rasakan.
Memang kadang semua hanya ilusi, tidak berarti pertanda.
Tidak semua akan menolong, akan banyak gangguan di sekitar yang mungkin muncul.
Percaya insting-mu dan semua mungkin akan baik-baik saja.
Mengalirlah hidrogen, temukan yang lain dan sampailah kalian di Anatolia.
Akhir dari semua akan terungkap, matahari yang kian gelap namun bulan kerap tak tampak.
Kalian akan menemukan satu sama lain sebelum galaksi triangulum terbentuk.
Buang apa yang kau lihat, campakkan apa yang kau dengar dan ingat pesanku saja.

[pwd = /home/user/GNS3/Images/Junos/level1/level2/level3]
Erasing ‘level4’ … [Done]
Check if file ‘jpfe-9.6R1.13.tgz.sha1’ exist for replace … [Recalculate]
Repacking ‘../jbundle-9.6R1.13-domestic.tgz’ … [Done]
[pwd = /home/user/GNS3/Images/Junos/level1/level2]
Erasing ‘level3’ … [Done]
Check if file ‘jbundle-9.6R1.13-domestic.tgz.sha1’ exist for replace … [Not found, Skip]
Repacking ‘../jinstall-9.6R1.13-domestic.tgz’ … [Done]

Hidrogen, bukankah sakit untuk tidak berkata saat kau cinta?
Apa yang lebih menyedihkan daripada cinta yang tidak dikatakan.
Karena aku juga mengalami apa yang kau alami.
Lakukan, sebelum menyesal.
[2 H2(g) + O2(g) ? 2 H2O(l) + 572  kJ], Angin.

Kepala Ardi pusing bukan main dan ada perasaan aneh saat membaca pesan error blue screen ini di laptop-nya, apakah mungkin ini berarti ..? Pikir Ardi, bingung dan rasa-rasanya seperti tidak mungkin. Ardi langsung mengambil ponsel dan menghubungi Wanda.

bersambung ke cerita “Bintang”

Sinpei

“HALO!!! BUKA PINTUNYA!!” teriak Sinpei sambil menggedor-gedor pintu. suara gedoran di pintu makin lama makin keras. terdengar sampai ke tetangga, beberapa dari mereka mengintip dari jendela, penasaran apa yang mengganggu mereka di hari minggu yang tenang ini.

Selma berlari sekencang yang dia bisa dari dapur ke pintu depan, tergesa-gesa hingga menabrak kursi di ruang tamu.
“Pagi tuan Sinpei, maaf saya tadi sedang di dapur dan buat sarapan untuk nyonya Ling, saya tidak mendengar kalau tuan sudah sampai”
Tanpa berkata apapun dan bahkan tidak melihat selma, Sinpei langsung masuk ke ruang tamu, meletakkan jaket nya di sembarang kursi dan langsung naik ke kamarnya di lantai dua.

Bagi Selma, hal seperti ini sudah biasa, Sinpei memang yang paling angkuh dari semuanya. Walaupun menurutnya Ling sudah seperti mimpi buruk, sinpei bahkan lebih dari itu, dia seperti hari kiamat. Yang sangat mengherankan selma, dulu Sinpei ini anaknya baik dan pendiam, dia selalu menangis karena sering dikerjain teman-teman sekolahnya. Sejak Sinpei berangkat kuliah ke Malaysia, dia menjadi orang yang berbeda. Orang paling angkuh dan sangat tidak menghargai orang lain. Sinpei adalah produk gagal bagi Selma, semua anak tuan Akmal selalu diasuh Selma dengan sepenuh hati, Sinpei is her biggest disappointment.

Ling sedang menikmati roti bakar saat tuan Akmal turun dari kamarnya yang dibantu oleh Selma, melihat Ling setelah berpisah sekian lama, tuan Akmal merasa amat sangat senang dan bersemangat pagi ini.
“Ling, akhirnya kamu datang” sapa tuan Akmal dengan senyum super lebar ke anak perempuan kesayangannya.
“Oh.. Hai Pa, iya.. Ling baru sampai pagi tadi. langsung dari bandara, sudah seminggu ini Ling ditempatkan di Bali”
“Bagus, you made me proud Ling”
Mungkin karena roti-nya yang memang rasanya sangat enak, Ling bahkan tidak menatap ayahnya sendiri yang dari tadi sudah duduk di hadapannya, matanya hanya dua arah saja, ke roti dan ke handphone.

Sarapan itu terasa sangat hening, karena percakapan antara tuan Akmal dan Ling hanya satu arah saja, tuan Akmal sangat aktif bertanya tentang hidup dan pekerjaan Ling, termasuk rencana ling untuk melanjutkan kuliah S3. Yang terdengar dari mulut Ling bahkan tidak sampai satu kalimat penuh, sangat repetitif dan kurang kreatif, Ling hanya akan menjawab “Oh.. Ya, tentu saja..” atau “Ehmm.. Mungkin Iya..”

“SELMA!! TELUR DADAR DAN SUSU!! CEPAT!!” suara nya cukup keras terdengar walaupun Sinpei masih di lantai dua.
“oh.. ada manusia aneh rupanya disini, pantas saja bau rumah ini tiba-tiba kurang sedap” komentar Ling sinis.

Sinpei menuju meja makan, memilih kursi disebelah tuan Akmal dan menghadap ke Ling yang masih sibuk dengan handphone nya.
“Wah.. Kejutan, kedua anakku sudah ada disini, Papa sangat senang kalian disini, Sinpei.. bagaimana kabarmu?”
“Baik pa” jawab Sinpei singkat.
“Bagaimana pekerjaanmu?, kau masih kerja sebagai pemain biola di kafe?” tuan Akmal lanjut bertanya.
“Sudah tidak lagi Pa, aku sekarang gabung ke orkestra, minggu ini kami akan tampil di TMII untuk pembukaan jazz festival” jawab Sinpei santai.
“Oh.. Hebat ya?” Ling yang sejak tadi tidak melihat apapun kecuali roti dan HP-nya, untuk pertama kalinya mengadah ke Sinpei dan tuan Akmal.
“kenapa? memangnya sukses harus sepertimu ya?’ tanya Sinpei balik tak kalah sinis.
“Iya dong.. apa gunanya main biola, mau jadi apa? kau menyia-nyiakan bakatmu Pei, keluar dari kedokteran dan memilih bermusik, aku tidak habis pikir”
“memangnya harus jadi dokter dulu baru bisa sukses? harus sekolah di luar negeri dulu gitu? percuma kau sekolah diluar Ling, pikiran mu sempit, kau hanya buang uang dan waktu.. You are no better than me”
“Prak!!” suara gebukan meja dari tangan Ling terdengar nyaring, muka Ling sudah merah, bukan.. sepertinya sudah kuning, biru dan ungu menahan marah.
“kendalikan emosimu Ling!! tidak heran kau ditinggal suamimu!! anakmu tidak ada yang tahan dengan mu!! ibu yang obsesi pekerjaan dan tempramen!!”
“kurang ajar kau!!” tangan Ling sudah akan melayang ke muka Sinpei namun gagal karena berhasil dicegah tuan Akmal.

“DIAM KALIAN SEMUA!!” teriak tuan Akmal sekencang-kencangnya.
hening seketika..
“DIAM!! makan sarapan kalian dan tidak ada yang bicara!!” perintah tuan Akmal.

Selma menuangkan susu cokelat untuk Sinpei dan menghidangkan telur dadar, menambah roti untuk Ling dan menyiapkan obat kapsul untuk tuan Akmal. Sisa pagi itu serasa sangat hening, bahkan bisa terdengar suara jam dinding yang berdetak. Mereka bertiga sarapan pagi dalam diam, berfikir masing-masing yang hanya mereka saja yang tahu.

bersambung ke “Alok”

Quiet Room

we are all struggling, right? looking for something that we think we want, but we don’t know whether we are ready for what we expect. I don’t know how those birds do it. travel thousands of miles without getting lost. banging into windows, being eaten by cats. but every spring, they’re always here. I guess they come back to what they know. people say it’s pretty cool, watching them go. they say you can actually see the moment when, at some mysterious signal, all at once the birds decide to leave. I try to see my life before my eyes, that’s something that I am always trying to do, even now. most things will be okay eventually, but not everything will be. sometimes you’ll put up a good fight and lose. sometimes you’ll hold on really hard and realize there is no choice but to let go. acceptance is a small, quiet room.

one thing I am still not quite understand is love, you can read about it from novel, some pathetic poetic book, or even a newspaper. there are thousands or even more movies portrayed love. but i don’t get it, maybe because you have to experience it instead of just reading about it. all of them rejected me, then what? you cannot convince people to love you. this is an absolute rule. no one will ever give you love because you want her to give it. real love moves freely in both directions. don’t waste your time on anything else.

please, I want to go back to whom I was.

rendah-lah sudah

bahkan sampai saat ini porosnya selalu dipertanyakan, poros ke kanan atau kiri. sudah biasa sebenarnya, dari dulu juga memang sudah sering diragukan. selama ini mungkin musik terlalu kencang diputar ditelinganya, yang juga menjadi pilihan. kalau musiknya dikecilkan sedikit saja, jadilah rendah dirinya dipandang sendiri.

tapi jauh di dasar lautan, poros kanan selalu dihati. mungkin gaya bicara, tingkah laku bahkan caranya berkata-kata menciptakan asumsi dan persepsi. asumsi dibagi kedalam beberapa lapisan. paling atas misalnya cela dan caci. yang ditengah bisa jadi cemooh dan yang terakhir hina. inilah yang membuat beberapa dari mereka sepertinya harus berdekatan juga akhirnya malah mundur, bergabung dengan manusia-manusia bermulut besar yang hanya bisa tertawa.

sepertinya musik harus diputar lebih kencang lagi, agar bisa pakai kacamata kuda dan tidak mondar-mandir mata ini. mungkin sudah saatnya buka tangan, telan saja sampai muntah. mungkin di hari kiamat nanti, akhirnya bisa jadi mereka mengerti atau tidak, itu bukan urusan. kenapa harus peduli kalau dalam hati sudah ditanam untuk tidak perlu peduli? mungkin karena rasanya memang pedih.

kenapa manusia suka berbuat jahat? ‘karena mungkin rasanya memang nikmat’ bukan begitu?

Ling Ling

tiba-tiba malam sangat panas, tuan akmal sampai-sampai belum bisa tidur. diumurnya yang kemarin baru saja menginjak 70 tahun, inilah pertama seorang tuan akmal merasa kesepian dari hari-hari lain selama hidupnya. istrinya baru saja meninggal dua tahun yang lalu, kelima anaknya bahkan tidak ada yang datang. sibuk, sedang diluar kota, menurus ini itu, dan alasan lain yang dia sendiri bahkan tidak mengerti. di rumah yang megah dan mewah ini, dia tinggal ditemani oleh seorang pelayan. adalah selma yang selalu setia melayani seluruh anggota keluarga besar ini, sejak majikannya baru menikah dan mempunyai anak mereka yang pertama, dia sudah mengurus segala keperluan di keluarga ini.

seperti biasa, setiap malam selma selalu menyiapkan teh panas sebelum taun akmal tidur.
‘silakan tuan’ ucap selma sambil meletakkan segelas teh tepat diatas meja kecil tempat ruang baca.
‘terima kasih selma’ tuan akmal duduk santai sambil membaca buku sastra yang ditulis YB. Mangunwijaya “burung-burung manyar”
‘selma, aku bermaksud mengundang kelima anakku kesini, setidaknya sebelum aku mati, bagaimana menurutmu? tanya tuan akmal santai sambil tetap membaca
‘kenapa anda bicara demikian? saya yakin mereka pasti datang tuan’ selma yang dia sendiri juga tidak yakin sedang mencoba mengatakannya dengan sangat meyakinkan.
‘masih segar sekali diingatanku kalau tidak ada yang datang saat ibu mereka meninggal, aku harus punya strategi agar mereka semua mau kesini’ tuan akmal berfikir keras dalam diamnya, buku sudah ditaruhnya diatas meja dan dia sedang asik menikmati teh buatan selma.
selma yang tak tahu harus berkomentar atau tidak, lebih memilih untuk diam

‘aku akan buat surat wasiat untuk membagi semua hartaku’ tiba-tiba kata tuan akmal
terkejut, selma bingung sendiri dengan ucapan tuannya ‘astaga, tuan tidak berniat bunuh diri kan?’ ‘itu setahuku dosa besar tuan’ lanjutnya
‘hahahaha.. selma, membuat surat wasiat bukan berarti aku berencana untuk mati kan? ini hanya perangkap apakah mereka akan datang atau tidak’ jawab tuan akmal santai sambil terus meminum teh nya dengan nikmat.
‘besok, kau coba hubungi mereka satu-satu dan sampaikan niatku ini’ kita lihat besok bagaimana hasilnya
‘baik tuan’ selma menuju dapur dalam keheningan.

keesokan harinya selma menghubungi kelima anak tuan akmal. si sulung sinpei, ling ling, aliong, alok, dan si bungsu acai. selma menyampaikan ke mereka sesuai yang tuan akmal pesankan.

ling ling sudah muncul di depan pintu tepat jam 8 pagi, bahkan sebelum tuan akmal bangun dan selma baru siap-siap akan membuat sarapan pagi.
‘selamat pagi nyonya ling’
‘pagi’ jawabnya singkat dan angkuh.
‘kok lama banget buka pintu aja sih? papa mana?’ ling ling tampak seperti cabai merah di pagi yang mendung, memakai baju terusan panjang berwarna merah cerah lengkap dengan sepatu merah, membuatnya tampak seperti janda kesepian umur 40 tahunan yang memutuskan untuk tidak akan menikah lagi.
‘tuan akmal masih tidur, saya baru akan membuatkan sarapan, nyonya mau roti bakar, atau sandwich?’ selma yang sudah mengenal ling ling bahkan sejak dia belum bisa bicara, tetap bertanya sopan karena sudah biasa dengan sikap anak ini.
‘roti bakar’ jawab ling ling singkat lagi.

ling ling adalah wanita karir super sibuk yang bekerja di salah satu bank nasional, prestasinya cukup menakjubkan. ling adalah penerima beasiswa chavening untuk belajar ilmu menajemen di London dan sempat menikah dengan pria inggris, setelah cerai dengan alasan yang dirahasiakan, ling kembali ke Indonesia dan memutuskan untuk tidak kembali ke London. ling dari kecil selalu menjadi yang paling manja dan sangat disayang oleh tuan akmal. apapun yang ling butuhkan pasti akan dipenuhi oleh tuan akmal. sudah menjadi aturan kalau penerima beasiswa harus bisa mempertahankan prestasi mereka selama kuliah, pernah sekali ling menurun prestasinya karena terlalu banyak pesta dan menikmati gaya hidup London yang hura-hura. mau tidak mau akhirnya tuan akmal harus membiayai uang kuliah dan hidup ling selama di London yang sangat mahal, dari semua negara eropa, London terkenal sebagai negara paling mahal. hidup ling sekarang seperti tidak ada tujuan, dia hanya mencari uang dan menghabiskannya dalam waktu sekejap saja. membeli tas mewah yang sudah pasti tidak akan ia kenakan, makan di tempat mewah yang dia sendiri tidak suka makanannya, dan tentu saja ke klub malam setiap sabtu. ini adalah pertama ling mengunjungi ayahnya sejak bertahun-tahun lalu, kalau saja tidak karena surat wasiat yang ayahnya akan umumkan, mungkin ling akan berfikir ratusan kali untuk datang. dia sebenarnya ingin mengambil saham ayahnya di beberapa perusahaan, walaupun memang ling tidak ada ambisi dalam hidupnya, tapi ada satu motto nya yang selalu ia pakai, “what is life then if it’s not for money?”

bersambung ke “sinpei”

Be a Google

Setelah menulis beberapa cerita fiksi yang sepertinya sangat ‘out of the box’ dan absurd akhir-akhir ini. Mungkin tulisan ini adalah pertama yang sepertinya less absurd dari yang lain. Tulisan ini adalah bentuk berterima kasih saya ke Google. Sounds weird, huh?.. mungkin beberapa masih berfikir saya akan lebih absurd lagi disini.. Baiklah, let me elaborate more. Kenapa terima kasih kok malah ke Google? Berikut saya paparkan beberapa alasannya;

First thing first, sebagai salah satu teknisi IT dengan kemampuan biasa-biasa saja di perusahaan yang juga biasa-biasa saja. Saya bekerja dengan Google di banyak layanan data dan internet. Karakteristik Google yang sangat saya apresiasi adalah ‘generous’. FYI, di dunia Teknologi/ Internet saat ini, ada satu istilah yang dikenal dengan ‘peering’, maksudnya adalah dua koneksi provider internet bertemu di suatu lokasi/ negara tertentu dengan tujuan mempermudah user untuk akses ke content tujuan tersebut (dalam hal ini content Google). Kalau kita akses ke Google, saya yakin tidak ada yang lelet banget (kecuali memang akses internet lokalnya yang masalah). Akses ke Google bisa secepat kilat karena internet provider dan Google sudah membentuk koneksi point to point/ peering yang dipasang di data center tertentu. Yang paling mengejutkan dari Google adalah mereka membuka siapapun yang ingin ber-peering ria dengan mereka tanpa dipungut biaya alias gratis. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan Yahoo yang harus dibayar setiap BW yang digunakan, biasanya harga per-1Mb sangat fluktuatif tergantung USD.

Model bisnis Google ini awalnya tidak saya mengerti sama sekali, bagaimana mungkin Google bisa dengan gampang membiarkan user mengakses content mereka (youtube, gmail, google+, blogspot) dengan koneksi peer ke provider tanpa mengambil keuntungan? Ternyata keuntungan Google adalah dari investor dan iklan yang dicantumkan di setiap content mereka, inipun sebenarnya bisa kita disable fitur-nya dengan sign in menggunakan akun Google. Mungkin kita masih ingat dengan Nokia dan BB yang sempat naik daun bahkan naik atap di jamannya, mereka berdua juga harus angkat kaki karena Android yang di lead oleh Google.

Google sudah membuktikan bahwa perusahaan mereka bisa sukses besar dengan ‘be generous’. Pertanyaan untuk kita, sudahkah kita menjadi orang yang murah hati? Saya selalu berfikir mungkin manusia kalau ingin sukses ya harus murah hati seperti Google, selalu berusaha menjadi se-simple mungkin seperti tampilan-tampilan Google, dan yang harus kita perbanyak adalah content diri kita, yaitu wawasan dan ilmu. Google selalu melakukan inovasi dengan teknologi baru. Bukan tidak pernah Google gagal dalam membuat produk. Misalnya social media ‘orkut’ punya Google harus ditutup karena content dan privacy user yang kurang baik. Belajar dari kesalahan, Google langsung memperbaiki nya dengan mengeluarkan Google+, dimana saat ini penggunanya sudah semakin besar.

Android pada versi sebelumnya juga mengalami banyak ‘bugs’ untuk beberapa tipe ponsel, namun Google berhasil untuk selalu melakukan yang lebih baik. Terbukti versi android paling baru yaitu versi KitKat, saat ini sudah sangat stabil untuk semua jenis ponsel dan bisa di ‘customize’ sesuka hati. Satu lagi poin yang mungkin bisa kita aplikasi di kehidupan ini, manusia bukan makhluk yang sempurna. Sehingga kita fitrahnya juga harus belajar dan memperbaiki, untuk kemudian membuat yang baru dengan inovasi.

Berkacalah di cermin dan coba tanyakan ke diri kita sendiri, sudahkah saya seperti Google?

Notasi Sebuah Universum

Kombinasinya menarik, setiap notasi himpunan akan disimbolkan dengan huruf yang berbeda, hurufnya bukan hanya berbeda tapi fungsi sebagai pembeda. Jika tidak ada anggota himpunan yang sama sesuai fungsi, semesta tersebut tidak akan menyatu menjadi saling berpotongan, saling teriris. himpunan universum di proyeksi dengan diagram venn, presentase dari setiap anggota himpunan yang dibicarakan.

‘Prang’ gelas kacah pecah dan buku berterbangan, mengikuti hukum alam dan menentang dalam satu waktu yang bersamaan. Menghasilkan sensasi luar biasa dengan tingkat degupan jantung mengakibatkan cardiac temponade. Setiap tarikan nafas menghasilkan energi lebih dari biasanya dan mengangkat setiap benda berdekatan. Gerakan setiap anggota tubuh menjadi resiko yang harus dipertimbangkan sebelum terjadi. Perlahan kasur terangkat ke permukaan, sepersekian satuan jarak dari tempat semula. Masih terlalu dini untuk sesuatu yang lebih besar. ‘Debuk’ kembali mengikuti gravitasi dan mengundang perhatian anggota himpunan lain. ‘Plung’ uang logam terjun bebas ke gelas pelastik yang penuh air. ‘Beyur’ ‘Degum’ tidak mengalahkan hukum alam sebagaimana mestinya, masih harus lebih sering, Pikirnya. ‘…’ Tak terdefini, tak terkatakan dalam berkata-kata, semua sudah berada di tempat semestinya, Lantai.

Anggota himpunan yang dibicarakan mungkin memang presentase dari setiap himpunan universum, tapi bukan berarti anggota himpunan tersebut. Jika memang bilangan prima, maka sebaiknya suatu himpunan mencari presentase lain, berjuang menjadi suatu entitas yang bebas. Tidak bersinggungan sehingga tak tampak. Matahari yang kian terang mungkin awal dari sebuah pertanda, himpunan sudah tidak berangotakan apapun, meninggalkan fungsi dan hilang. no worries, it is ok.